JASA KEAMANAN

Menciptakan Jasa Keamanan Profesional

Petugas Jasa Keamanan menghabiskan sebagian besar hari kerja mereka  dengan selalu berinteraksi dengan karyawaan-karyawan dari perusahaan dimana mereka bekerja. Karena peran petugas jasa keamanan atau satpam ini memerlukan interaksi interpersonal yang sangat intensif, maka dibutuhkan suatu kemampuan yang maksimal atau kualitas profesional yang mumpuni pada skill dan ketrampilan layanan melanggan. Layanan yang bagus pada pelanggan maupun mitra dari pengguna jasa keamanan, akan sangat meningkatkan kinerja petugas jasa keamanan atau . Kemampuan yang paripurna ini sangat dibutuhkan pada situasi kerja saat ini. Yang perlu dijadikan pegangan khususnya oleh penyedia jasa  keamanan atau vendor adalah bahwa situasi psychologis perburuhan akhir-akhir ini sangat mudah sekali digoyang dengan demonstrasi-demonstrasi yang digerakkan oleh aktivis-aktivis buruh, maupun perseorangan, sehingga dengan kemampuan yang dimiliki tenaga satpam sat ini, diharapkan mereka mampu meredakan situasi yang berpotensi menyulut  kekerasan.

Berbagai macam kondisi lapangan yang dihadapi tenaga pada ujung-ujungnya ternyata membutuhkan tenaga handal. paripurna, suatu istilah yang selalu didengung-dengungkan oleh semua perusahaan, baik perusahaan tersebut bergerak dalam bidang jasa maupun bergerak dalam bidang produksi dan khususnya oleh perusahaan penyedia atau perusahaan penyedia jasa keamanan. Yang menjadi pertanyaan, paripurna model apakah yang menjasa jadi idam-idaman perusahaan tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi dan tuntutan jaman, suatu perusahaan, baik fisik, non fisik atau bahkan teknologi jelas-jelas sangat dibutuhkan. Lantas harus bagaimanakah suatu perusahaan memenuhi rasa aman, atau mengamankan aset-asetnya tersebut.

Kpndisi seperti ini sebenarnya sangat menantang para profefsioanal yang sebenarnya bergerak dalam bidang jasa keamanan. Eksistensi perusahaan jasa keamanan atau perusahaan yang oleh masyarakat awam biasa disebut perusahaan satpam pasti merasa tertantang dan terusik untuk bisa berkontributrsi optimal dalam upaya pemenuhan kebutuhan atau upaya mengamankan suatu objek vital suatu perusahaan maupun pribadi

Jasa Keamanan dalam Asset

Pada dasarnya dibedakan dua jenis aset yang harus mendapatkan perhatian khusus untuk mendapatkan , aset tersebut adalah, pertama, aset tampak. Aset tampak ini merupakan aset yang tanggible atau dapat dilihat dengan mata dan dirasakan kehadirannya. Aset tampak ini juga terdiri dari dua jenis yaitu berupa barang atau benda mati dan berupa benda hidup (manusia, hewan, tumbuhan). jenis aset ini dilakukan oleh suatu sistim yang melibatkan manusia sebagai tenaga pengaman pisik. Tentunya dibutuhkan penanganan yang sangat serius untuk menganai jenis ini. Keterlibatan manusia (jasa keamanan), sangat kentara sekali pada jenis aset ini.

Kedua, jenis kedua adalah aset intangible, atau tak tampak secara langsung. jenis ini biasa dilakukan untuk pada piranti lunak. Tentunya keahlian yang harus disediakan di domain ini bukanlah keahlian yang dimiliki oleh orang-orang dengan keahlian yang dipelajari secara asal asalan. jenis ini jelas didukung oleh tim IT yang benar2 pakar dibidang Teknologi Informatika. Perusahaan yang mendukung jenis ini biasanya konsultan IT yang memang pakar dalam bidang piranti lunak. Tetapi pada dasarnya, untuk jenis ini seharusnya dikerjakan sendiri oleh tim IT yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rahasia-rahasia perusahaan pastilah mudah sekali terbongkar jika asset model seperti ini diserahkan oleh mitra outsourcing  yang nota bene bergerak dalam bidang jasa IT atau jasa komputer.

Dari dua jenis tersebut, yang paling banyak menarik pengusaha Indonesia untuk berkecimpung di dalamnya adalah jasa keamanan atau yang besifat kelihatan, atau pisik. pisisk ini sebenarnya juga harus ditangani oleh tenaga-tenaga profesional dalam bidang jasa yang saat ini banyak digawangi atau dibekingi oleh orang-orang yang selama ini berkecimpung di dunia jasa / jasa keamanan maupun pertahanan dalam hal ini oleh TNI maupun Polri.

Kalau jujur, hampir semua perusahaan jasa keamanan atau perusahaan pengelola , yang dalam kesehariannya mengelola anggota satpam ( guard) pasti melibatkan personal TNI/POLRI baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Bahkan pemilik usaha ini kebanyakan juga berasal di kedua Instansi tersbut, minimal personil-personil TNI/POLRI yang sudah menjalani masa pensiun

Membangun tenaga “Satpam” tidak asal-asalan( JASA KEAMANAN PROFESIONAL)

Menyediakan tenaga kerja berkualitas, sesuai dengan permintaan pasar, jelas merupakan suatu tujuan dari semua institusi yang ada di dunia ini, baik institusi pendidikan maupun perusahaan- perusahaan yang sudah tersistem dengan selalu menerapkan pola pendidikan yang baik. Tentunya menyediakan tenaga jasa keamanan atau satpam profesional benar-benar sangat menjadi tujuan utama oleh provider penyedia jasa . Begitu juga bagi owner atau pemakai jasa , dalam upaya melaksanakan program perusahaannya, sehingga terjamin keamanan dan rasa amannya, jelas mereka membutuhkan tenaga satpam yang benar-benar profesional.

Kemampuan dasar Satpam/ dimanapun tenaga tersebut ditempatkan, mereka dituntut untuk menguasai teknik tinggi, teknik dasar komunikasi, serta teknik2 layanan lain yang memang dibutuhkan mereka dalam upaya mengamankan lokasi dimana mereka bekerja. Beberapa yang harus diperhatikan oleh tenaga satpam adalah:

1.         Menyapa /mengucapkan salam kepada Karyawan

JASA KEAMANAN Banyak petugas satpam ( guard) ditempatkan di lokasi gedung-gedung perkantoran, layawan umum (customer service) atau fasilitas yang banyak dilewati orang serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Hal ini memungkinkan seringnya terjadi interaksi dengan karyawan atau orang lain yang bisa jadi berbeda-beda tiap harinya. Keadaan ini menuntut satpam untuk dapat melakukan degan baik bagaimana cara menyapa karyawan, tamu atau orang yang ditemuinya. Dibutuhkan raut muka yang fresh (ceria) untuk menghadapi kondisi ini, satpam dilarang memperlakukan dirinya seperti militer, sehingga mereka akan memperlakukan tamu yang datang seperti tamu yang datang ke Kamp Militer, yang sebelum masuk perlu diintrogasi. Kondisi ini jelas sangat tidak diperbolehkan. Demikian pula dalam menyambut pelanggan atau klien dari mitra perusahaannya. Satpam dituntut untuk menyambutnya dengan ucapan yang menyenangkan dan profesional sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan baik perusahaan tem[pat dia bernaung maupun perusahaan tempat dia dipekerjakan

2. Tahu Nama Karyawan

JASA KEAMANAN Mengetahui nama setiap karyawan mitra dapat memberikan sejumlah manfaat untuk penjaga keamanan. Mengetahui nama-nama karyawan akan dapat membangun hubungan emosional dan hubungan profesional dengan karyawan. Hal ini akan membuat lebih mudah untuk berinteraksi dengan karyawan-karyawan dimana dia ditempatkan. Jika diperlukan seorang anggota satpam mengetahui nomor-nomor telpon karyawan mitra bahkan jika diperlukan mencatat email karyawan sehingga dpat melakukan interaksi lebih intensif dan berkualitas. Walaupun dalam hal ini juga bisa membahayakan keadaan . Karena apa, kedekatan emosional akan menjadikan satpam menjadi segan dan tidak mau malakukan pengecekan secara profesional

3. Ketramapilan berbicara (berkomunikasi)

JASA KEAMANAN Dalam beberapa akejadian, seorang tenaga kadang kadang juga harus mengantar tamu atau pejabat untuk menuju suatu lokasi. Kemampuan berkomunikasi disini sangat dibutuhkan, betapa akan hambarnya jika seorang satpam mengantar seseorang tanpa mengajak ngobrol orang yang mereka antar. Suasana hening sepanjang perjalanan pasti akan membosankan dan jika tamu perusahaan yang sedang mereka kawal, pastilah tamu tersebut akan mempersepsikan macam-macam terhadap perusahaan yang dijaga oleh satpam tersebut

Kemampuan berbicara ini juga termasuk dalam kemampuannya serta etika bertelepon yang mesti dikuasai seorang satpam. Bagaimana jadinya jika seorang satpam menerima telepon dengan gaya militer. Citra perusahaan sangat dipertaruhkan juga disini. Banyak komplain-komplain dari mitra penyedia jasa security atas ulah tenaga securitynya yang kurang menguasai etika bertelepon dengan baik.

Penyedia jasa atau jasa harus benar-benar melatih kemampuan berbicara tenaga securitinya. Banyak kekecewaan pegguna jasa atas performansi satpam ( guardd) yang dikirimkan oleh atau perusahaan penyedia jasa keamanan. Hal semacam inilah yang harus benar-benar diperhatikan

4. Konfrontasi Manajemen

JASA KEAMANAN Meskipun penjaga keamanan sering berinteraksi dengan karyawan dan dan telah menghasilkan pola komunikasi yang baik dengan karyawan, tanaga satuan harus mampu dan tetap melakukan intervensi khusus dalam menangani pelanggaran-pelanggaran atas keamanan dari suatu perusahaan. Satpam dituntut secara independen dapat menghadapi pelaku tindak gangguan keamanan potensial. Situasi ini dapat mengakibatkan gangguan psychologis satpam, setinggi apapun kemampuan tenaga dan seterampil apaun mereka kondisi ini sangatlah menekan secara emosional.

Sebagai tenaga satpam profesional, tenaga dituntut untuk tetap terampil dan harus mempertahankan kontrol emosional dan fisik saat melakukan interogasi kepada pelanggar-pelanggar yang ada dan pada ujungnya mampu melakukan penahanan terhadap pelanggar. Di negara-negara maju, khususnya negara barat, Departemen Pendidikan membantu melatih penjaga keamanan ( guard). Mereka mengajarkan cara-cara menangani masalah-masalah yang kruasial dan melatih menangani situasi semacam ini dengan cara yang tenang dan profesional. Dengan memberikan layanan pelanggan teladan dan profesional dalam situasi ini, petugas keamanan terlatih dapat meredakan pelanggar marah dan menjaga situasi yang berpotensi berbahaya menjadi terkendali.

1.         Menyapa /mengucapkan salam kepada Karyawan

JASA KEAMANAN Banyak petugas satpam ( guard) ditempatkan di lokasi gedung-gedung perkantoran, layawan umum (customer service) atau fasilitas yang banyak dilewati orang serta fasilitas-fasilitas umum lainnya. Hal ini memungkinkan seringnya terjadi interaksi dengan karyawan atau orang lain yang bisa jadi berbeda-beda tiap harinya. Keadaan ini menuntut satpam untuk dapat melakukan degan baik bagaimana cara menyapa karyawan, tamu atau orang yang ditemuinya. Dibutuhkan raut muka yang fresh (ceria) untuk menghadapi kondisi ini, satpam dilarang memperlakukan dirinya seperti militer, sehingga mereka akan memperlakukan tamu yang datang seperti tamu yang datang ke Kamp Militer, yang sebelum masuk perlu diintrogasi. Kondisi ini jelas sangat tidak diperbolehkan. Demikian pula dalam menyambut pelanggan atau klien dari mitra perusahaannya. Satpam dituntut untuk menyambutnya dengan ucapan yang menyenangkan dan profesional sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan baik perusahaan tem[pat dia bernaung maupun perusahaan tempat dia dipekerjakan

2. Tahu Nama Karyawan

JASA KEAMANAN Mengetahui nama setiap karyawan mitra dapat memberikan sejumlah manfaat untuk penjaga keamanan. Mengetahui nama-nama karyawan akan dapat membangun hubungan emosional dan hubungan profesional dengan karyawan. Hal ini akan membuat lebih mudah untuk berinteraksi dengan karyawan-karyawan dimana dia ditempatkan. Jika diperlukan seorang anggota satpam mengetahui nomor-nomor telpon karyawan mitra bahkan jika diperlukan mencatat email karyawan sehingga dpat melakukan interaksi lebih intensif dan berkualitas. Walaupun dalam hal ini juga bisa membahayakan keadaan . Karena apa, kedekatan emosional akan menjadikan satpam menjadi segan dan tidak mau malakukan pengecekan secara profesional

3. Ketramapilan berbicara (berkomunikasi)

JASA KEAMANAN Dalam beberapa akejadian, seorang tenaga kadang kadang juga harus mengantar tamu atau pejabat untuk menuju suatu lokasi. Kemampuan berkomunikasi disini sangat dibutuhkan, betapa akan hambarnya jika seorang satpam mengantar seseorang tanpa mengajak ngobrol orang yang mereka antar. Suasana hening sepanjang perjalanan pasti akan membosankan dan jika tamu perusahaan yang sedang mereka kawal, pastilah tamu tersebut akan mempersepsikan macam-macam terhadap perusahaan yang dijaga oleh satpam tersebut

ACARA TAHUNAN HIBURAN JASA KEAMANAN

Tags: , , , ,